Asupan Vitamin D3, K2, dan Magnesium Jaga Tulang Sehat Saat

JawaPos.com – Saat lansia berbagai keluhan seputar tulang keropos dan nyeri lutut atau tulang yang sering terjadi. Kuncinya, pola hidup sehat di masa muda tentu akan menjadi investasi yang penting untuk tulang di masa tua. Berbagai vitamin dan mineral seperti kalsium, magnesium, penting untuk tubuh. Vitamim K2 juga menjadi penting. Apa saja manfaatnya?

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Dr. Isa An Nagib, Sp.OT(K)., FICS mengibaratkan tulang sebagai gelas yang berisi air, yang seiring dengan bertambahnya usia, gelas itupun mulai mengalami kebocoran, mulai keluar isi airnya. Ia menjelaskan pada usia 0-30 tahun, tulang mengalami deposisi atau tulang itu lebih banyak pembentukan dibandingkan resorpsi atau pembongkaran. Namun di atas usia tersebut, secara fisiologis tulang kitapun mengalami degenerasi, terjadi lebih banyak kehancuran, sehingga dalam gelas berkurang terus.

Kondisi seperti itu jika terus menerus dibiarkan akan membuat kondisi tulang tidak baik. Tulang jadi rentan patah, bahkan hanya kepeleset saja bisa membuat tulang jadi patah. Keadaan seperti ini tidak boleh dibiarkan.

“Suplemen atau asupan yang bisa memberikan’ isi’ lagi ke dalam gelas tersebut, sangat diperlukan. Tujuannya, agar gelas yang bocor itu tidak habis airnya. Sebab, jika air berkurang terus, indeks massa tulang kita juga ikut berkurang, sehingga tulang kita bisa patah, karena kondisinya sudah rapuh dan ringkih,” ujar dr. Isa yang saat ini sebagai Direktur Utama di RS Siaga Raya dalam webinar, Jumat (29/7).

usia.terjadinya penyakit osteopenia atau osteoporosis Maka dosis vitamin berbeda berdasarkan umur.

Vitamin Untuk Tulang
Tulang membutuhkan kalsium, magnesium, vitamin D3, dan vitamin K2. Apa itu?
Usia 1-3 tahun hanya membutuhkan 700 mg kalsium setiap harinya, sedangkan usia 4-8 tahun akan meningkat 1.000 mg per hari, dan 1.300 mg per hari pada usia 9-18 tahun. Dosis 1.300 mg per hari ini juga diperlukan pada seorang wanita saat hamil.

“Kita tidak bisa memastikan apakah dari makanan, susu, dan sebagainya bisa mendapatkan kalsium dengan kadar sebesar itu,” katanya.

Lebih jauh ia menyatakan bahwa sebenarnya suplemen itu sama seperti makanan, namun dalam bentuk yang berbeda. “Istilahnya, suplemen itu adalah ekstrak dari makanan yang kita konsumsi,” jelas dr. Adalah.

Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mengonsumsi suplemen tulang, sebagai tambahan dari makanan atau susu yang kita konsumsi. Agar konsumsi vitamin D3 dan kalsium bisa pas dan hanya masuk ke tulang, bukan beredar di darah, maka dibutuhkan tambahan Vitamin K2 yang akan mengarahkan dan memastikan kalsium masuk ke tulang.

Vitamin K2 itu berfungsi mengikat agar kalsium itu tepat sasaran, diletakkan di tulang, bukan di tempat yang lain. Karena jika kalsium diletakan di pembuluh darah, akan menjadi plak, dan ini berbahaya dan membahayakan jantung. Artinya, jika kalsium tidak tepat sasaran dan tercecer di berbagai tempat yang tidak semestinya, akibat berbahaya.

“Nah, fungsi vitamin K2 ini adalah mengarahkan dan mengawal kalsium masuk tepat sasaran ke dalam tulang,” papar Dr. Isa.

Selain Vitamin K2, kandungan magnesium juga penting yang berfungsi sebagai pengontrol, agak mirip dengan vitamin D3. Magnesium cukup untuk membantu penyerapan kalsium, sehingga kadar kalsium dalam tubuh menjadi.

“Artinya, magnesium itu yang mengoptimalkan penyerapan Kalsium dan K2 yang mengarahkan ke tempatnya. Magnesium 50 mg akan membantu mengoptimalkan penyerapan kalsium ke tulang sehingga mencegah adanya kalsium yang tidak terserap oleh pembuluh darah,” jelasnya.

VP Research and Development SOHO Global Health lewat Imboost Bone, Raphael Aswin Susilowidodo mengatakan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kesehatan tulang sudah semakin baik saat ini. Namun demikian, masih kurang informasi tentang pentingnya vitamin dan mineral yang dapat membantu penyerapan kalsium dosis tinggi dengan lebih baik.

“Karena itu, peran Vitamin D3, Vitamin K2, dan Magnesium penting untuk membantu penyerapan lebih optimal ke dalam tulang. Jangan sampai niat kita untuk menjaga kesehatan tulang malah nanti menjadi penambah risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, karena penyerapan kalsium yang tidak optimal ke dalam tulang,” jelasnya.

Ia menambahkan masyarakat menyarankan memilih suplemen tulang yang juga relatif aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, serta orang lanjut usia. Sebab kelompok ini juga sangat penting membutuhkan kalsium

Sebaiknya pilih yang aman tidak mengandung gula, sehingga relatif aman juga untuk dikonsumsi oleh konsumen yang memiliki penyakit diabetes, katanya.

Tips Jaga Kesehatan Tulang
Kuncinya adalah harus preventif, dalam arti pencegahan yang lebih baik dibandingkan pengobatan. Berikut ini tips menjaga kesehatan tulang.
1. Mengonsumi makanan-makanan dengan kandungan kalsium yang cukup untuk kebutuhan harian
2. melakukan aktivitas dan olahraga yang mampu menjaga kepadatan tulang, seperti bersepeda, lari, jalan, dan sebagainya.
3. penyebab aktivitas dan kebiasaan yang mendorong percepatan dari pengeroposan tulang. Contohnya, merokok, minum alkohol rutin, dan sebagainya.
4. Tambahkan suplemen yang mengandung kalsium dan pastikan mengkonsumsi suplemen kalsium yang mengandung Vitamin K2 dan Magnesium sebagai pencegahan. Rutin mengkonsumsi suplemen setiap hari baik dilakukan.
5. Saat seorang wanita sedang hamil dan menyusui, kebutuhan kalsium meningkat sehingga harus ditambahkan dengan suplemen.
6. Cek massa tulang secara rutin tiap enam bulan sekali.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Marieska Harya Virdhani