Bahaya Karang Gigi, Ini Dia Cara Mengatasinya

Bahaya Karang Gigi, Kalau kamu coba meraba bagian gigi kamu dengan lidah dan merasakan seperti ada lapisan antara gigi kamu dengan air liur, kemungkinan gigi kamu dilapisi oleh karang gigi.

Penyebab dari karang gigi ini pada dasarnya terjadi karena adanya penumpukan plak gigi yang mengeras. Plak gigi ini melapisi bagian-bagian gigi dan punya dampak buruk bagi kesehatan gigi.

Plak gigi ini dapat terjadi pada siapa saja, tidak mengenal umur. Namun, pada umumnya, plak gigi lebih banyak terjadi pada orang dewasa. Bahkan, faktanya, 45% orang Indonesia merasa memiliki plak gigi, meski pun sudah rutin menyikat gigi dua kali sehari. Perlu kalian ketahui karang gigi dan plak gigi itu berbeda, simak perbedaannya dibawah ya.

Perbedaan Plak dan Karang Gigi

Plak dan karang gigi memiliki perbedaan yang tidak banyak orang ketahui. Umumnya, orang akan menyebut plak dan karang gigi adalah sama. Perbedaan plak dan karang gigi bisa Anda lihat seperti berikut:

1. Plak gigi

Plak gigi adalah lapisan tipis bersifat lengket dan bening yang menempel pada permukaan gigi. Memiliki ciri-ciri bersifat lunak, lengket dan berwarna transparan. Biasanya muncul akibat gigi yang tidak terjaga kebersihannya. Umumnya, plak gigi muncul pada gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi. Bisa dihilangkan dengan cara rutin menggosok gigi pagi dan malam. Selain itu, pastikan juga untuk menyikat gigi hingga bersih sampai lokasi yang sulit dijangkau.

2. Karang gigi

Karang gigi merupakan lapisan yang menempel pada gigi dan sulit dihilangkan. Munculnya karang gigi terjadi karena plak yang mengeras dan tidak segera di tangani. Bahaya karang gigi tidak dapat di atasi dengan hanya menggosok gigi. Sebab, sifatnya yang keras membuatnya tidak mudah hilang hanya dengan menyikat gigi. Cara mengatasinya, perlu penanganan dokter agar bisa hilang.

Bahaya Karang Gigi : Penyebab Karang Gigi

Hal-hal yang menjadi penyebab munculnya karang gigi, yaitu:

1.  Malas Menjaga Kebersihan Gigi

Penyebab utama kemunculan karang gigi adalah malas menjaga kebersihan gigi. Orang yang tidak menyikat gigi 2 kali sehari secara rutin dan membersihkan gigi menggunakan benang gigi (dental floss) lebih berisiko menghadapi timbulnya karang gigi.

2.  Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Manis dan Bertekstur Lengket

Makanan yang manis dan bertekstur lengket (misalnya permen, dodol, dan aneka kue) gampang tertinggal di sela-sela gigi bila tidak dibersihkan secara seksama. Sisa-sisa makanan manis akan menjadi makanan bagi bakteri perusak gigi. Sehingga bakteri tersebut dapat hidup, berkembang biak, dan merusak enamel gigi hingga menyebabkan kemunculan karang gigi.

3.  Kebiasaan Merokok dan Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dapat menghambat produksi air liur sehingga rongga mulut jadi kering. Rongga mulut yang kering akan menjadi tempat perkembangbiakan bakteri perusak gigi. Bakteri yang bercampur dengan sisa-sisa makanan akan menimbulkan karang gigi dan jika di biarkan terlalu lama dapat membuat gigi berlubang. Selain itu, merokok juga dapat meninggalkan stain pada gigi.

4.  Efek Samping Obat-Obatan Tertentu

Beberapa jenis obat seperti antidepresan, antihistamin, diuretik, relaksan otot, dan pereda nyeri menyebabkan efek samping mulut kering karena produksi air liur terganggu. Kondisi mulut kering membuat bakteri perusak gigi lebih gampang berkembang biak sehingga kemunculan karang gigi tidak dapat di cegah.

Cara mengatasi karang gigi

Nah, untuk mencegah penyakit-penyakit gigi dan gusi yang di sebabkan oleh karang gigi ini, ada baiknya kita mengatasi karang gigi yang ada. Salah satu cara paling cepatnya adalah dengan konsultasi ke dokter gigi dan melakukan scaling untuk memusnahkan semua karang gigi yang ada. Tapi scaling saja tidak cukup kalau setelahnya kita tidak menjaga kebersihan gigi dan gusi kita.

Ada beberapa cara sederhana untuk mencegah karang gigi muncul lagi, antara lain:

1. Menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi flouride

Flouride yang terkandung di pasta gigi dapat mencegah perkembangan plak di gigi, yang kalau di biarkan bisa menghasilkan asam yang berperan dalam kerusakan gigi dan menghasilkan racun yang menyebabkan gingivitis.

2. Rajin pakai benang gigi (dental floss)

Menyikat gigi saja tidak cukup untuk menjaga kebersihan gigi dan gusi, karena pada faktanya, menyikat gigi hanya membersihkan gigi sebesar 25% saja. Sikat gigi belum tentu bisa menjangkau sudut-sudut kecil. Nah, maka itu benang gigi (dental floss) hadir untuk membantu bersihkan gigi dan gusi dengan maksimal. Mengurangi bahaya karang gigi pada gigi kita.

3. Jangan lupa gunakan mouthwash

Agar semakin maksimal, jangan lupa untuk menggunakan mouthwash yang mengandung 4 essential oils yang terbukti dapat melawan kuman lebih baik dari Therapeutic Mouthwash. Salah satu mouthwash yang memiliki kemampuan ini adalah Listerine Antiseptic Mouthwash.

Kandungan essential oils berupa Thymol, Menthol, Methyl Salicylate, dan Eucalyptol-nya terbukti dapat melawan 99.9% kuman penyebab masalah mulut. Selain itu, essential oil tersebut dapat menghambat perkembangan plak sebanyak 56% dan mengurangi radang gusi sebesar 36%.

4.  Menghentikan Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol

Seperti artikel yang di atas bahwa alkohol dan merokok dapat menimbulkan dan meningkatkan karang gigi. Jadi, alangkah lebih baik bila kamu berhenti merokok dan minum alkohol supaya kondisi mulut dan gigi kembali sehat.

5.  Minum Air Putih Dalam Jumlah Cukup

Ternyata minum air putih dalam jumlah cukup dapat membantu meminimalkan risiko kemunculan karang gigi. Air putih dapat membasmi bakteri dan menghilangkan sisa-sisa makanan penyebab plak gigi. Di samping itu, konsumsi air putih juga baik untuk mencegah mulut kering.

Nah, itulah beberapa cara memutihkan gigi dan menghilangkan karang gigi. Mulailah untuk menjaga kesehatan gigi Anda mulai dari sekarang. Karena kita tidak tau bahaya karang gigi untuk kesehatan tubuh kita. Gigi yang menguning dapat membuat Anda tidak percaya diri ketika berbicara. Tidak hanya itu, karang gigi yang tidak di atasi juga dapat menyebabkan berbagai masalah seperti penyakit pada gigi dan bau mulut.