Bencana Gangguan Ginjal Akut

Bencana Gangguan Ginjal Akut: Tragedi kematian 143 anak akibat gangguan ginjal akut menguak persoalan pemakaian etilen glikol (EG) di industri farmasi nasional. Lonjakan harga pelarut obat, propilena glikol. Di duga memicu maraknya penggunaan EG secara berlebihan. EG dan di etilen glikol (DEG) adalah senyawa organik yang terbentuk dari etilena oksida. Yang bereaksi dengan air.

Bencana Gangguan Ginjal Akut

Ia merupakan turunan dari hidrokarbon, alias senyawa minyak bumi, dan tergolong materi berbahaya bagi tubuh. Zat tersebut lebih familiar di pakai di berbagai produk keseharian non-makanan. Seperti zat antibeku. Plastik, pulpen. Cairan rem hidrolik. Hingga kosmetik Ia tidak lumrah dipakai sebagai bahan baku pembuat obat dan makanan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) menyebut etilen glikol menjadi racun bila masuk ke tubuh.

 

Zat tersebut dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, jantung, dan yang terakhir ginjal Lembaga Pengawas Obat dan Makanan AS, Food and Drug Administration (FDA), pun hanya mengizinkan penggunaan zat tersebut di industri makanan sebatas sebagai bahan kemasan Bukan sebagai komposisi makanan olahan. Australia lebih tegas lagi. Mereka melarang penggunaan senyawa etilen di industri makanan dan obat-obatan. Larangan tersebut berlaku sejak tahun 2003, ketika beberapa negara di dunia—termasuk Indonesia—tidak secara tegas melarangnya.

Ketika di Indonesia muncul kematian mendadak anak dan bayi akibat gangguan ginjal akut (acute kidney injury/AKI) pada Agustus lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) awalnya menduga bahwa virus atau bakteri menjadi penyebabnya. Hal ini di akui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Kepada pers, dia mengaku telah memantau kasus lonjakan AKI sejak Agustus dan kemudian melakukan penyelidikan pada September  Bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Kemenkes menjalankan tes patologi pada September. Hasilnya, AKI tersebut bukan di picu oleh virus atau bakteri.