Dampak Negatif Begadang Bagi Kesehatan Tubuh

Dalam masa pandemi seperti saat ini, kita dianjurkan untuk melakukan kegiatan secara daring atau biasa disebut online. Akibat dari kegiatan daring tersebut menjadikan tugas yang semula dikerjakan di kantor atau sekolah harus dikerjakan di rumah bersamaan dengan kegiatan sehari-hari. Selanjutnya, banyak tugas yang tertunda dan menumpuk di akhir deadline yang pada akhirnya mengharuskan kita untuk terjaga hingga larut malam untuk menyelesaikannya.

Begadang merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan oleh masyarakat kita, khususnya para remaja, pelajar, dan pekerja. Begadang umumnya dilakukan hanya untuk menyelesaikan tugas, bermain permainan online, menonton drama, atau berselancar dalam media sosial. Sebagian orang beranggapan bahwa begadang merupakan hal yang sepele yang tidak akan memberikan dampak negatif pada tubuh kita kedepannya. Tapi nyatanya, Jika begadang dilakukan secara berulang atau terus menerus akan mengganggu kerja organ-organ vital tubuh, metabolisme, dan bisa mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh kita sendiri.
Begadang merupakan kegiatan yang dapat menjadikan tubuh kehilangan fungsi optimalnya secara perlahan. Beragam penyakit berat akan menyerang tubuh saat kita tidak membiasakan tidur yang cukup. Berkurangnya durasi tidur akibat kebiasaan begadang juga akan berpengaruh pada daya pikir seseorang atau yang lebih parah, yaitu bisa memberi pengaruh negatif untuk kesehatan secara mental.
Berikut dampak negatif dari begadang yang harus kita perhatikan:
1. Jadwal Makan Menjadi Tidak Teratur
Perubahan siklus tidur akan berdampak pula pada siklus makan. Agar tidak tertidur biasanya pelaku begadang akan makan saat tengah malam. Akibatnya, pola makan sehari-hari mereka menjadi berlebih dan tidak seimbang. Jadwal makan yang kurang baik dapat menjadikan kadar kolesterol dalam darah semakin tinggi, gula dalam darah diatas normal, dan dapat mengundang berbagai penyakit berat lainnya.
2. Mudah Depresi
Dampak begadang bagi kesehatan mental salah satunya ialah mudah terkena depresi atau tekanan mental. Sebuah penelitian menyebutkan, saat kita terbiasa terjaga hingga larut malam, kita akan cenderung merasakan gejala tekanan mental.
3. Kemampuan Otak Tidak Bekerja Secara Optimal
Fungsi otak untuk berpikir akan menurun akibat terlalu sering begadang. Beberapa fungsi otak, seperti fokus, konsentrasi, daya ingat, dan kecerdasan emosional akan kehilangan sebagian efektifitasnya diakibatkan oleh begadang. Dampak lainnya pada fungsi otak ialah melemahnya daya problem solving dan kreativitas seseorang.
4. Stroke dan Jantung Koroner
Waktu tidur yang berkurang diakibatkan begadang akan mempengaruhi kinerja jantung. Durasi tidur dibawah enam jam juga bisa menjadikan arteri mengalami peradangan yang nantinya memperbesar risiko bertumpuknya plak pada pembuluh darah dan tekanan darah menjadi meningkat.
5. Sistem Kekebalan Tubuh menurun
Terjaga sampai larut malam akan membuat badan terasa sangat lelah, ini terjadi karena tubuh dituntut untuk terus bekerja tanpa diimbangi dengan kebutuhan istirahat. Dampaknya akan membuat imun tubuh menurun sehingga berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus akan lebih mudah menginfeksi tubuh, seperti hepatitis, infeksi pada paru-paru, dan lainnya.
Poin-poin diatas adalah sebagian alasan mengapa kita harus menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat. Perlu diingat, di samping tubuh yang memiliki kewajiban untuk melakukan suatu kegiatan, tubuh juga mendapatkan hak untuk istirahat yang cukup. Maka dari itu biasakanlah tidur malam dengan durasi 6 jam untuk menjaga kesehatan tubuh dan melindungi sistem organ didalamnya agar dapat berfungsi secara optimal.