Efek Samping Kawat Gigi Yang Harus Diketahui

Efek samping kawat gigi-Tak hanya bermanfaat, penggunaan kawat gigi atau behel ternyata juga memiliki dampak negatif. Apa saja dampak negatif kawat gigi? Simak di sini!

Penggunaan kawat gigi atau behel saat ini bukanlah hal asing bagi masyarakat. Bahkan, selain untuk kerapian gigi, beberapa orang juga memakai behel hanya untuk kebutuhan penampilan (fashion). Fungsi alat ortodontik tersebut sebenarnya dapat digunakan pada beberapa kasus. Contohnya, menutup celah lebar di antara gigi, meningkatkan kemampuan bicara dan mengunyah, serta mengatasi gigitan yang tidak tepat.

Selain itu, penggunaan kawat gigi juga dapat menyelaraskan gigi geligi yang terlihat maju atau mundur agar dapat selaras dalam satu lengkung rahang. Meskipun bermanfaat, penggunaan behel juga bisa berdampak negatif pada kesehatan mulut. Berikut ini efek samping dari pasang kawat gigi yang perlu diwaspadai.

Efek Samping Kawat Gigi

Efek samping kawat gigi

1. Rasa Nyeri

Timbulnya rasa nyeri adalah efek samping yang sering terjadi saat pakai kawat atau behel gigi. Hal ini dikarenakan adanya tekanan yang diberikan pada gigi. Umumnya, rasa nyeri muncul beberapa hari setelah pemasangan kawat gigi, lalu akan menghilang setelah 1-2 hari pasca pemasangan.  Nyeri tersebut biasanya lebih terasa pada gigi depan dibandingkan pada gigi belakang. Untuk mengatasi rasa nyeri yang muncul, kamu diperbolehkan untuk minum obat antinyeri.

2. Sariawan di Bibir dan Gusi

Sariawan terjadi karena pada awal pemasangan kawat gigi, mulut akan melakukan adaptasi dengan adanya behel.  Nah, bibir dan pipi bagian dalam yang berkontak dengan behel biasanya akan mengalami gesekan yang bisa menimbulkan luka atau lecet, bahkan sariawan.

Kamu bisa menempelkan wax atau lilin ortho untuk mengatasinya. Alat tersebut akan menutupi behel sehingga sariawan atau lukanya dapat sembuh. Namun, jika ada kawat yang terlalu panjang atau tajam, apalagi sampai menusuk bibir hingga berdarah, maka sebaiknya hubungi dokter gigi kamu untuk pemotongan dan pengasahan kawat tersebut.

3. Resorpsi Akar

Ini merupakan efek samping dari pasang kawat gigi yang perlu kamu waspadai. Resorpsi akar dapat melibatkan satu atau beberapa gigi. Sampai saat ini, belum di ketahui pasti apa yang menyebabkan resorpsi akar.  Namun, biasanya kondisi ini terjadi dalam pemakaian kawat gigi yang sudah terlalu lama. Jika di biarkan saja, maka kematian gigi bisa terjadi.  Keadaan ini juga dapat menjadi parah bila pasien mengalami penyakit periodontal. Tentunya, kondisi ini akan mengganggu dan melemahkan jaringan penyangga gigi sehingga pasien dapat kehilangan gigi tersebut.

4. Perubahan Warna Gigi

Selama menggunakan kawat gigi, perubahan warna pada gigi bisa saja terjadi. Hal ini merupakan salah satu efek samping kawat atau behel gigi yang dapat memengaruhi estetika gigi pasien. Kondisi tersebut terjadi terutama pada kawat gigi yang tidak bisa di lepas pasang. Penyebabnya adalah noda dari makanan dan minuman di sekitar alat ortodontik yang mungkin sulit di bersihkan.  Hasilnya, warna gigi pun dapat menjadi kekuningan dan akan terlihat saat selesai perawatan behel gigi.

5. Dekalsifikasi

Menjaga kebersihan gigi serta perawatan gigi secara teratur sangatlah penting, terutama bagi pengguna behel. Bila tidak di perhatikan, ada berbagai kondisi kesehatan yang dapat mengintai.  Salah satunya meningkatkan risiko dekalsifikasi, yang berupa tanda putih pada gigi atau karies gigi. Karena itu, kamu perlu waspada dengan efek samping menggunakan kawat gigi yang satu ini.

Dekalsifikasi terjadi karena berkurangnya kandungan kalsium pada gigi. Penyebabnya berasal dari zat asam yang di produksi oleh bakteri-bakteri dari sisa makanan dan minuman yang terjebak di antara alat ortodontik. Namun, bagi pengguna kawat gigi, dampak negatif ini dapat di cegah dengan menyikat gigi secara teratur, menerapkan pola makan rendah gula, serta pemberian fluor dosis tinggi.

6. Gigi Berlubang

Masalah yang satu ini berkaitan dengan proses dekalsifikasi. Bila proses dekalsifikasi enamel terus berlanjut, maka akan terjadi lubang pada gigi.  Kondisi tersebut bisa menjadi lebih parah apabila pemakaian kawat gigi terlalu lama dan pasien tidak rutin menjaga kebersihan mulutnya.

Gigi berlubang tentu dapat mengganggu jalannya perawatan kawat gigi.  Apabila pembersihan gigi pasien kurang baik, lubang gigi akan bertambah luas dan dalam akibat penumpukan bakteri, khususnya di sekitar behel gigi dan bagian yang sulit di bersihkan (misalnya sela-sela gigi).

7. Penyakit Periodontal

Penyakit periodontal merupakan salah satu bahaya yang mungkin terjadi akibat pemakaian kawat gigi.  Kondisi ini di akibatkan oleh kebersihan mulut yang kurang baik, serta minimnya kedisiplinan untuk kontrol behel gigi.

Penyakit periodontal bisa di sebabkan oleh kesulitan membersihkan bagian sela-sela gigi atau yang dekat dengan behel. Akibatnya, sisa makanan masih tertinggal dan terjadilah akumulasi plak. Awalnya, akan terjadi radang gusi. Namun jika tidak di rawat, lama-kelamaan kondisi akan berlanjut menjadi penyakit periodontal.

8. Gigi Berubah Kembali seperti Semula

Ini merupakan efek samping memakai kawat atau behel gigi yang bisa terjadi. Pengguna dapat mengalami pergerakan gigi di mana gigi kembali ke posisi semula. Kondisi ini bisa terjadi jika pasien tidak rutin kontrol behel. Namun, bisa juga terjadi pasca kawat gigi di lepas.

Selain itu, bila pasien tidak memakai retainer secara teratur sesuai anjuran dokter gigi, maka gigi dapat dengan mudah kembali seperti semula (relaps). Untuk mencegahnya, pastikan kamu menggunakan alat retainer setidaknya enam jam pada malam hari.

9. Alergi

Bahan yang di gunakan pada perawatan ortodontik umumnya punya potensi menyebabkan reaksi alergi pada pasien. Bahan tersebut seperti nikel, lateks, resin akrilik, dan kromium. Beberapa gejala dari reaksi alergi pada nikel adalah hiperplasia gingiva, gingivitis, deskuamasi bibir, sindrom mulut terbakar, metalik rasa, cheilitis angular, dan periodontitis.  Di samping itu, alat ortodontik lepasan yang terbuat dari resin akrilik juga dapat menyebabkan hipersensitivitas tipe IV, di mana respons alergi yang muncul terjadi lebih lambat.

Memakai kawat gigi atau behel memang tak lepas dari efek samping atau bahaya. Namun, kamu bisa mencegahnya dengan pemeriksaan dan perawatan yang tepat.  Selain itu, kedisiplinan pasien juga merupakan faktor penting dalam kesuksesan perawatan.

Yang terpenting, perawatan ortodontik ini harus di lakukan oleh seorang dokter gigi profesional atau spesialis ortodontik. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya kesalahan diagnosis dan meminimalkan risiko efek samping.