Imbas Praktik Terlarang Tukang Gigi

Imbas Praktik Terlarang Tukang Gigi : hingga kini, Gusti Rosaline masih saja dihantui oleh suara ngilu giginya itu. Artis yang biasa dipanggil Oca itu menderita dampak buruk pemasangan veneer ke tukang gigi. Rasa sakitnya luar biasa, dibarengi bau busuk yang keluar dari mulut, serta gusinya yang terus-menerus mengeluarkan darah.

Ingatan itu terasa masih segar, setiap hari menghampirinya, seperti kawan lama. Padahal sudah lewat lima tahun kejadian memilukan itu berlalu.

Itu semua bermula dari ambisi Oca memiliki gigi yang dianggap cantik. Sebelumnya, tak ada keluhan atau kerusakan apa pun pada giginya. Namun, akibat ambisinya, akhirnya ia memutuskan menjalani prosedur veneerVeneer adalah prosedur estetika perawatan gigi yang dilakukan dengan merekatkan cangkang tipis menyerupai gigi pada permukaan gigi. Prosedur medis ini sangat populer dan biasa digunakan untuk menutupi keretakan atau ingin mengubah warna gigi.

Berbekal rekomendasi dari temannya, akhirnya pada 2017 ia melakukan prosedur veneer di salah satu klinik gigi di bilangan Antasari, Jakarta Selatan. Ia mengeluarkan kocek Rp 2 juta per biji gigi ke Dokter Gigi Opet—bukan nama sebenarnya.

Sayang, tidak sampai 24 jam, beberapa veneer-nya lepas. Dia kelimpungan. Sebab, saat itu ia berada di Singapura.

Sepulang dari Negeri Singa, akhirnya ia minta pertanggungjawaban Opet. Dia marah lantaran sudah mengeluarkan puluhan juta rupiah tapi gigi cantiknya hanya bertahan kurang dari sehari.

Opet akhirnya sepakat mengembalikan uang Oca, meski hanya 90 persen dari total biaya veneer.

Ambisi Oca belum padam. Tanpa bekal riset dan hanya mengandalkan rekomendasi dari kawannya, Oca memasang veneer. Namun kali ini di tukang gigi Dewo—bukan nama sebenarnya.

Awalnya, Oca tidak tahu Dewo adalah seorang tukang gigi. Perjumpaan pertama Oca dengan Dewo adalah di rumah Oca di kawasan Jakarta Selatan.

Kali ini Oca mengeluarkan kocek Rp 1,5 juta per gigi. Selama pertemuan dengan Dewo, tak ada kecurigaan sama sekali dalam benak Oca. Di mana pun Oca berada, Dewo siap mengerjakan gigi Oca. Mulai di rumah hingga di lokasi syuting, Dewo siap datang untuk mengerjakan kebutuhan veneer. Bahkan Oca juga sempat mengunjungi tempat Dewo praktik, yang berlokasi di Jakarta Pusat.

Gigi Oca yang sudah di-veneer akhirnya rampung sekitar tiga minggu. Namun, kurang dari hitungan seminggu setelahnya, keluar bau busuk dari mulut. Selain itu, timbul rasa nyeri yang luar biasa dan darah terus-menerus keluar dari gusi.

Jangankan untuk makan, Oca sama sekali tidak bisa menggerakkan mulutnya. Dia tidak bisa apa-apa selain meminta kepada Sang Khalik agar tidak meregang nyawanya. “Aku berdoa, ya Allah, jangan cabut nyawaku,” katanya lirih.

Keesokan harinya, gusi Oca terasa ngilu dan sakit gigi semakin parah. Oca memutuskan memeriksakan gigi ke Dokter Gigi Jessica Freddy, yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan.

Dokter Jessica akhirnya membongkar veneer Oca. Ketika veneer dibuka, seluruh gigi Oca tajam menyerupai taring. Seketika, Oca menangis sambil menjerit. Dia tak percaya kondisi asli giginya kini terlihat ringkih, runcing, dan berjarak.

“Kalau liat fotoku dan ingat pengalamanku dulu, aku pasti nangis. Bentuknya sudah runcing-runcing semua, kayak syaiton nirojim,” ujarnya.

Dokter Jessica kemudian membersihkan dan menghentikan pendarahan pada gigi Oca. Menurutnya, kondisi awal gigi Oca tidak memerlukan veneer. Sebab, untuk mencerahkan warna saja, bisa dilakukan pemutihan atau bleaching gigi.

Sementara itu, rasa ngilu yang luar biasa, menurut Dokter Jessica, muncul akibat dari pengikisan gigi Oca yang terlalu banyak. Lapisan email gigi terkikis terlalu banyak.

Mau tak mau, Oca harus kembali di-veneer untuk menutupi kondisi giginya yang memprihatinkan. Selama proses penyembuhan, Oca memakai gigi tiruan sementara karena tak pede dengan kondisi asli giginya.

Selama masa penyembuhan itu, ia baru tahu Dewo bukanlah dokter gigi. Ia kemudian meminta pertanggungjawaban Dewo. Awalnya Dewo tak mengakui kesalahannya. Proses yang ditempuh Oca untuk meminta pertanggungjawaban sempat alot. Namun Dewo akhirnya setuju untuk mengembalikan 95 persen uang Oca, dengan cara mencicil.

Dalam kurun waktu sebulan, gigi Oca sudah kembali sehat, proses veneer juga telah rampung. Meski gigi Oca sudah kembali sehat, hingga kini kader Partai NasDem itu masih sering dibayangi rasa sakit dan penyesalan. “Kalau ingat kejadian itu, hatiku sakit. Total aku ngeluarin duit dari awal sampai sembuh itu ratusan juta rupiah.