Mengidentifikasi Gigi Mati dan Pilihan Perawatannya

Mengidentifikasi Gigi Mati: Kerusakan gigi dan cedera dapat menyebabkan gigi mati. Ketahui tanda-tanda gigi mati dan penanganannya . Gigi mati terjadi ketika saraf di pulpa gigi rusak akibat cedera atau masalah gigi lain yang mengakibatkan pembusukan. Ketika sudah rusak, saraf pulpa gigi pun tidak dapat lagi menyuplai aliran darah ke gigi. Tidak adanya suplai darah ke gigi kemudian akan menyebabkan infeksi berkepanjangan. Pada akhirnya, menyebabkan gigi mati atau di sebut juga sebagai gigi non-vital. Beberapa orang mungkin tidak menyadari keberadaan gigi mati pada susunan gigi mereka.

Untuk itu, ketahui ciri-ciri gigi mati dari penjelasan dokter gigi berikut ini.

Tanda-Tanda Gigi Mati

Sulit untuk mengidentifikasi gigi mati hanya dengan melihatnya. Anda perlu menemui dokter gigi untuk benar-benar memastikan bahwa terdapat gigi mati pada susunan gigi Anda. Oleh karena itu, kunjungan rutin ke dokter gigi penting untuk mengidentifikasi masalah di  gigi mati dapat di deteksi lewat dua gejala, yaitu nyeri dan perubahan warna pada gigi.

1. Nyeri

Gigi yang mati dapat menyebabkan berbagai tingkat rasa nyeri, mulai dari ringan, sedang, hingga nyeri hebat. Rasa sakit yang hebat di sebabkan oleh saraf yang telah mengalami infeksi.

Rasa nyeri ini tidak datang dari dalam gigi, melainkan dari membran periodontal, ujung saraf di sekitar bagian luar gigi yang sangat sensitif. Penyebabnya adalah penumpukan bakteri dan sisa saraf mati di rongga pulpa gigi.

Penumpukan tersebut kemudian memberi tekanan pada membran periodontal yang dapat menyebabkan rasa nyeri luar biasa.

Infeksi juga dapat berubah menjadi abses dan menghasilkan gejala lain, termasuk:

Mulut terasa tidak enak
Bau mulut
Pembengkakan di gusi.
Jerawat di gusi.

2. Perubahan warna

 gigi mati akan mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap. Pada beberapa kasus, warna gigi menjadi kuning, abu-abu, atau hitam. Ciri-ciri dari gigi mati itu terjadi perubahan warna, seperti gigi berwarna hitam, di sertai bau mulut yang tidak sedap, dan juga terdapat pembengkakan jika sudah ada infeksi.

Perubahan warna biasanya terjadi karena sel darah merah sedang sekarat. Ini adalah efek yang sangat mirip dengan memar. Perubahan warna biasanya akan terjadi ketika gigi mati tidak dirawat.

Mengatasi Gigi Mati

Setelah mendeteksi adanya gigi mati, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Adapun dua perawatan utama untuk mengatasi gigi mati, yaitu:

1. Ekstraksi atau Pencabutan Gigi

Gigi mati yang terlambat ditangani berisiko tinggi tidak dapat di perbaiki. Ketika gigi mati tidak lagi dapat di perbaiki, dokter gigi mungkin akan mengambil tindakan ekstraksi atau pencabutan gigi. Ini merupakan prosedur sederhana yang relatif murah dan tidak menimbulkan rasa sakit. Nantinya, dokter juga akan mengganti gigi yang di cabut tersebut dengan implan atau jenis gigi palsu lainnya.

2. Perawatan Saluran Akar Gigi

jika Anda menyadari tanda-tanda gigi mati lebih awal, dan segera memeriksakannya kepada dokter gigi, maka dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan saluran akar gigi. Perawatan yang dikenal dengan endodontik ini dilakukan untuk membersihkan infeksi pada gigi dan akar. Karena prosesnya tergolong panjang, perawatan ini tidak dapat dilakukan hanya dalam satu kunjungan.

Ketika infeksi dinyatakan sudah sembuh, dokter akan menambal gigi secara permanen. Gigi mati pun masih bisa berfungsi pascaperawatan saluran akan ini. Namun, mengingat gigi mati juga lebih rapuh, mungkin dokter akan menyarankan penggunaan mahkota gigi.