Menstruasi Tidak Teratur? Kenali Penyebab dan Pengobatannya

Menstruasi tidak teratur? kenali penyebab dan pengobatannya, Menstruasi merupakan proses bulanan yang terjadi pada wanita yang sudah mengalami pubertas. Menstruasi rata-rata terjadi selama 23-35 hari dalam sebulan. Setiap wanita akan mengalami fase menstruasi yang berbeda-beda, hal tersebut merupakan hal yang normal dan akan menjadi tidak normal jika perubahan siklus terjadi sangat tidak teratur setiap bulannya. Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Mari simak penjelasan lengkapnya, berikut ini!

Penyebab Menstruasi Tidak Teratur

Menstruasi tidak teratur

1. Kehamilan Kehamilan

menyebabkan seseorang berhenti menstruasi. Menstruasi yang terlewat atau bercak alih-alih menstruasi bisa menjadi tanda paling awal. Tanda – tanda awal kehamilan lainnya mungkin termasuk: mual di pagi hari mual kepekaan terhadap bau payudara kesemutan atau nyeri tekan kelelahan Jika menstruasi seseorang terlambat, ia bisa melakukan tes kehamilan yang dijual bebas atau meminta tes dari dokter. Jika hasil tes yang dibeli di toko positif, konsultasikan dengan profesional kesehatan tentang langkah selanjutnya.

2. Kontrol kelahiran hormonal

Kontrol kelahiran hormonal bekerja dengan menekan ovulasi. Ini berarti bahwa seseorang tidak memiliki siklus menstruasi yang benar. Namun, orang yang menggunakan pil KB hormonal, patch, implan, dan alat kontrasepsi dalam rahim, yang disebut IUD, masih bisa mengalami pendarahan vagina. Pendarahan ini dapat terjadi kira-kira sebulan sekali, seperti menstruasi biasa. Beberapa orang mengalami bercak, pendarahan tidak teratur, pendarahan ringan, atau pendarahan yang lebih berat setelah mereka memulai bentuk pengendalian kelahiran ini. Beberapa orang lainnya, pendarahan berhenti sepenuhnya. Pendarahan tidak teratur karena kontrasepsi biasanya tidak berbahaya, tetapi jika seseorang mengalami keraguan, bisa priksakan kondisi ke dokter.

3. Menyusui

Prolaktin adalah hormon yang berperan dalam produksi ASI. Hormon ini juga dapat menekan ovulasi, terutama pada orang yang secara eksklusif dan sering menyusui selama bulan-bulan pertama kehidupan bayi. Dengan demikian, ia mungkin tidak mendapatkan menstruasi selama waktu tersebut. Dokter menyebut kondisi ini sebagai amenore laktasi. Hal ini tidak berbahaya. Menstruasi biasanya kembali normal segera setelah seseorang mulai jarang menyusui atau ketika mereka berhenti menyusui.

4. Perimenopause

Perimenopause adalah tahap pertama menopause, dan itu dimulai 4-8 tahun sebelum menopause dimulai, biasanya ketika seseorang berusia 40-an. Selama perimenopause, siklus menstruasi bisa lebih panjang atau lebih pendek di berbagai titik. Akhirnya, periode terjadi lebih jarang, dan mereka berhenti sama sekali ketika menopause dimulai. Tanda-tanda perimenopause lainnya yang mungkin termasuk: hot flashes keringat malam perubahan suasana hati sulit tidur vagina kering

5. Stres

Tingkat stres yang tinggi dikaitkan dengan menstruasi yang tidak teratur. Para ilmuwan mengonfirmasi hal ini pada tahun 2021 dengan melakukan studi retrospektif tentang keteraturan siklus selama pandemi Covid-19. Dari 210 peserta, 54 persen melaporkan perubahan siklus menstruasi mereka di bulan-bulan awal pandemi. Mereka yang memiliki stres yang dilaporkan sendiri lebih tinggi cenderung memiliki menstruasi yang lebih lama dan lebih berat. Saat seseorang stres, tubuh melepaskan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini dapat berinteraksi dengan hormon seks yang mengatur menstruasi.

6. Kondisi tiroid

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher yang menghasilkan hormon tiroid. Ini memiliki pengaruh pada siklus menstruasi. Memiliki tiroid yang kurang aktif – suatu kondisi yang disebut hipotiroidisme – berarti kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon. Kondisi ini dapat menyebabkan menstruasi yang lebih lama dan lebih berat. Gejala lain termasuk kelelahan, kepekaan terhadap dingin, dan penambahan berat badan. Tiroid yang terlalu aktif, atau hipertiroidisme, dapat menyebabkan periode yang lebih pendek dan lebih ringan. Seseorang dengan kondisi ini juga dapat mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kecemasan, dan jantung berdebar-debar.

Pengobatan Menstruasi Tidak Teratur

Berikut berbagai perawatan rumahan yang bisa di lakukan untuk menyelesaikan masalah haid tidak teratur.

1. Melakukan yoga

Ternyata yoga merupakan salah satu solusi efektif untuk mengatasi berbagai masalah haid, termasuk siklus yang tidak teratur. Penelitian yang di terbitkan The Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan fakta ilmiahnya. Penelitian tersebut membuktikan kadar hormon yang memicu jadwal haid tidak teratur dapat di kendalikan dengan melakukan yoga.

Manfaat ini di rasakan oleh para peserta yang melakukan yoga selama 35-40 menit selama 5 hari seminggu dalam 6 bulan. Bahkan, yoga termasuk salah satu olahraga yang gerakannya bisa mengurangi nyeri haid. Anda bisa mengikuti kelas yoga atau meniru gerakan yoga dari video yang banyak beredar di internet. Namun, jika ingin mencobanya di rumah, lakukan gerakan-gerakan sederhana yang minim risiko agar terhindar dari cedera.

2. Menjaga berat badan tetap stabil

Perubahan berat badan, baik naik atau turun, secara berlebihan bisa membuat haid tidak lancar. Oleh sebab itu, jagalah berat badan ideal untuk menjaga dan mengembalikan siklus haid agar tetap teratur. Selain haid yang tidak lancar, masalah lain yang kerap dialami akibat berat badan yang tidak ideal adalah darah mens yang mengalir lebih deras di sertai rasa sakit yang tak tertahankan.

Bukan hanya mempengaruhi penampilan, obesitas atau terlalu kurus juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan selain haid yang berantakan. Konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami kesulitan untuk menurunkan atau menaikkan berat badan. Dokter akan membantu memberikan saran jenis perawatan yang paling tepat, baik dengan obat atau terapi khusus.

Salah satu perawatan yang direkomendasikan terutama untuk wanita obesitas, yaitu berolahraga secara teratur. Olahraga membantu menurunkan badan dengan cara yang sehat sekaligus menjaga daya tahan tubuh tetap prima.

3. Istirahat cukup

Kelelahan bisa membuat haid tidak lancar, bisa lebih cepat atau bahkan lebih lambat. Ketika seseorang menjalani aktivitas yang berlebihan, tak jarang ia mengalami haid dua kali dalam sebulan atau bahkan tidak mengalaminya sama sekali. Oleh sebab itu, jangan abaikan waktu istirahat Anda. Tidur cukup membantu menjaga fungsi tubuh tetap normal termasuk hormon pengatur menstruasi. Usahakan untuk tidur selama 7-8 jam dalam semalam. Hindari begadang jika memang tidak di perlukan.

Agar tidur lebih nyenyak, redupkan lampu dan atur suhu kamar agar tak terlalu dingin atau panas. Anda juga bisa mandi air hangat terlebih dahulu jika badan terasa pegal. Mandi air hangat membantu merilekskan pikiran serta menghilangkan pegal setelah seharian beraktivitas. Jangan minum kopi atau teh di malam hari agar Anda tidak sulit untuk merasa ngantuk dan terlelap.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar haid tidak teratur, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.