Pantangan Ibu Setelah Melahirkan agar Pemulihan Lebih Cepat

Pantangan Ibu Setelah Melahirkan agar Pemulihan Lebih Cepat. Bagi para calon ibu, kehamilan adalah masa yang berat. Mengandung buah hati, para calon ibu harus menahan berbagai gejala, tidur dengan posisi tertentu, menjaga makan, dan mesti patuh berbagai pantangan lainnya sesuai kondisi.

Pantangan Ibu Setelah Melahirkan agar Pemulihan Lebih Cepat

Setelah melahirkan bayi yang sehat tentu memberikan kebahagiaan dan kelegaan tersendiri. Akan tetapi, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan beberapa saat setelah melahirkan. Agar pemulihan pascapersalinan lebih cepat, simak daftarnya di bawah ini!

 1. Menerima tamu terlalu lama

Setelah melahirkan, biasanya akan ada banyak tamu yang mengunjungi untuk menjenguk Anda dan Si Kecil yang baru hadir di dunia. Meski hal tersebut bisa membuat hati senang, tapi Anda tetap perlu membatasinya.

Batasi kunjungan keluarga maupun teman dalam dua minggu pertama setelah melahirkan agar Anda bisa beristirahat dan membuat jadwal menyusui yang stabil. Jangan paksakan menerima tamu saat lelah dan istirahatlah saat memungkinkan.

 2. Berhubungan seksual

Pantangan ibu setelah melahirkan selanjutnya adalah berhubungan seksual. Anda diharuskan untuk menunggu kurang lebih 4-6 minggu atau hingga dokter memperbolehkan kembali melakukan hubungan intim.

Sebab, tubuh Anda perlu waktu untuk pulih. Sementara itu, berhubungan seks akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi di vagina, perdarahan, dan terbukanya kembali luka persalinan yang sudah mulai menutup.

 3. Jangan memasukkan apa pun ke vagina

Setelah persalinan pervaginam, akan terjadi perubahan pada organ vagina. Sering kali perempuan bertanya-tanya kapan bisa kembali berhubungan seks atau menggunakan produk kewanitaan seperti  tampon. Umumnya, perempuan harus menunggu hingga pemeriksaan 6 minggu pascapersalinan.

Ini karena adanya risiko infeksi dan rahim masih dalam pemulihan setelah persalinan. Bila menggunakan produk yang dimasukkan ke dalam vagina, seperti menstrual cup atau tampon, bakteri bisa terakumulasi hingga menyebabkan infeksi.

 4. Memperbanyak Waktu Istirahat

Menyediakan waktu untuk beristirahat dan merawat diri setelah melahirkan amat penting. Kalau memforsir diri melakukan aktivitas saat pemulihan, apalagi aktivitas berat, risiko pendarahan meningkat. Oleh karena itu, dengarkan tubuh dan jangan paksa diri karena bisa menyebabkan cedera, tegang otot, kelelahan, hingga kecemasan.

Lalu, bagaimana dengan olahraga? Berjalan santai diperbolehkan. Namun, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter bila ingin berolahraga dengan intensitas sedang atau berat. Jika saat melakukannya merasakan nyeri, segera hentikan. Keseharian mengurus bayi sudah berat, jadi luangkanlah lebih banyak waktu untuk istirahat dan memulihkan diri.

 5. Lalai menjaga kebersihan vagina

Pantangan ibu setelah melahirkan normal adalah lalai dengan kebersihan vagina. Menjaga kebersihan vagina adalah wajib hukumnya bagi ibu yang baru melahirkan. Sebab, dengan adanya luka serta kesulitan pergerakan, risiko munculnya infeksi jadi lebih tinggi.

Untuk menjaga kebersihan vagina, pastikan Anda rutin membersihkan area genital dengan air hangat secara perlahan. Berendam dengan air hangat juga bisa membantu mengurangi rasa sakit dan perih di vagina setelah melahirkan.

 6. Langsung diet ketat

Ibu yang baru melahirkan umumnya akan langsung mengalami penurunan berat badan sekitar 10 kg setiap bulannya. Namun, hal ini tidak dialami semua perempuan dan beberapa di antaranya jadi merasa harus melakukan diet ketat sesegera mungkin.

Melakukan diet ketat segera setelah melahirkan sebenarnya tidaklah disarankan. Sebab, jika Anda sampai mengonsumsi kurang dari 1.800 kalori per hari, kadar energi di tubuh akan turun drastis dan mood pun akan berubah menjadi jelek. Anda juga butuh mengonsumsi makanan yang cukup agar produksi ASI bisa terus lancar.

Sehingga kuncinya, jangan langsung menjalani diet ketat. Lebih baik, lakukan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mulai olahraga ringan saat dokter sudah mengizinkan.

 7. Mengonsumsi makanan yang tidak sehat

Mengonsumsi makanan yang tidak sehat, bisa menghambat pemulihan. Sebaliknya, makanan dan minuman yang sehat bisa mendukung pemulihan dan mencegah risiko terjadinya gangguan tambahan.

Mengonsumsi makanan seperti buah, sayur, dan biji-bijian yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat, akan membantu mencegah ambeien dan baik untuk ibu menyusui.

Sementara itu, makanan seperti daging, ikan, dan pasta atau nasi akan memberikan energi yang dibutuhkan untuk mengurus buah hati. Anda juga disarankan untuk minum banyak air putih untuk mencegah konstipasi.

Itulah beberapa pantangan ibu setelah melahirkan. Semua ini agar pemulihan setelah persalinan optimal dan kehidupan bersama ayah dan si Kecil tetap sejahtera