Pemkot Pariaman maksimalkan edukasi kesehatan gigi pada anak

Pariama (ANTARA) – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat akan memaksimalkan edukasi terkait kesehatan gigi kepada anak-anak di daerah itu melalui sekolah guna mewujudkan Indonesia bebas karies atau gigi berlubang pada 2030.

“Kami akan meminta dinas terkait untuk menjalin kerjasama dengan dokter gigi guna memberikan edukasi ke sekolah-sekolah yang dilaksanakan satu kali sebulan atau tiga bulan,” kata Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Yotta Balad di Pariaman, Minggu.

Ia meskipun mengatakan selama ini Pemkot Pariaman melakukan edukasi melalui sekolah-sekolah terkait gigi yang baik dan benar namun hal itu perlu ditingkatkan.

Perlu adanya sejenis pekan kesehatan gigi seperti halnya pekan latihan dan menjadikan anak-anak di Pariaman dokter gigi cilik.

Ia menambahkan pentingnya merawat kesehatan gigi karena salah satu penyebab timbulnya berbagai.

Langkah terkait edukasi kesehatan gigi tersebut merupakan upaya mewujudkan Indonesia bebas karies pada 2030.

Yotta juga menyampaikan apresiasinya kepada Persatuan Dokter Gigi Indonesia khususnya Cabang Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman yang melaksanakan bakti sosial khususnya terkait edukasi kesehatan gigi pada 16 dan 17 Juli di daerah itu.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menargetkan usia anak 12 tahun di Indonesia bebas karies pada tahun 2030 melalui peran pendampingan Komite Kesehatan Gigi dan Mulut.

“Satu hal lagi yang saya pesankan tentang pelayanan kedokteran gigi dan mulut pentingnya upaya promotif dan preventif, khususnya di masa pandemi ini,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta.

Budi mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sangat serius dalam hal meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.

Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN), Budi berpesan agar pelayanan kedokteran gigi dan mulut tentang pentingnya upaya promotif dan preventif, khususnya di masa pandemi ini.