Penyebab dan Gejala Sesak Napas Ortopnea

Penyebab dan Gejala Sesak Napas: Ortopnea kondisi sesak napas yang mempengaruhi seseorang ketika berbaring. Sering kali ortopnea bagian dari gejala gagal jantung atau penyakit paru-paru. sering di gambarkan sebagai sensasi sesak di dada yang membuat ketaknyamanan saat bernapas. Sebagian orang mengalami sesak napas juga terasa nyeri dada.

Orang yang mengalami ortopnea ringan mungkin tidak menyadari gejala. Sedangkan orang dengan ortopnea berat biasanya mengalami kesulitan bernapas yang signifikan, hanya bisa hilang secara duduk tegak atau berdiri.

Penyebab ortopnea

Ortopnea biasanya bagian dari gejala kondisi yang mempengaruhi fungsi paru-paru dan jantung. Adapun di antaranya, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), kegemukan, kecemasan dan gangguan terkait stres, apnea tidur, sindrom kesulitan pernapasan akut. Trauma sistem saraf, reaksi, obat, pembekuan darah dan paparan racun juga rentan mempengaruhi ortopnea.  untuk mengobati ortopnea di butuhkan identifikasi dan pengobatan penyebab yang mendasar. Seperti ortopnea yang tersebab gagal jantung berfokus pengobatan penyakit dasarnya.

Diagnosis ortopnea

Biasanya, beberapa tes lanjutan juga di lakukan, yaitu:

1. X-ray atau CT scan dada

Mengutip Medical News Today, tes ini di gunakan untuk melihat bagian dalam dada, memeriksa masalah paru-paru atau jantung.

2. Elektrokardiogram (EKG)

Tes ini penempatan sensor kulit seseorang untuk mengukur sinyal listrik dari jantung. Di gunakan dokter untuk memeriksa fungsi jantung.

3. Ekokardiogram

Ini jenis pemindaian ultrasound yang menggunakan gelombang suara untuk membuat gambaran jantung. Dokter menggunakannya untuk memeriksa masalah organ jantung.

4. Tes fungsi paru

ini termasuk mengukur udara pernapasan. Dokter menggunakan hasilnya untuk menentukan kondisi paru-paru berfungsi.

5. Tes darah arteri

Jenis tes darah yang memeriksa eseorang mendapat cukup oksigen.

6. Tes darah

Tes pengambilan sampel kecil darah. Dokter menggunakannya untuk memeriksa tanda-tanda berbagai kondisi.

Cara Mudah Redakan Sesak Napas

sering terjadi saat menghirup asap atau udara tidak bersih. Pemicunya udara yang sulit masuk ke paru-paru sehingga terjadi kondisi yang tidak nyaman ini. Sebagian orang bisa saja mengalami sesak napas dalam jangka waktu pendek, seperti menghirup udara kotor.

Namun, ada beberapa orang yang mengalami sesak napas jangka panjang, seperti penderita pneumonia, kanker paru-paru, atau Covid-19. Selain itu, orang dengan obesitas, yang sedang menjalani kemoterapi, mengalami perubahan suhu, berolahraga intens, serta mengalami stres berat, panik, dan kecemasan juga dapat mengalami sesak napas berkepanjangan. Berikut cara mudah mengatasi sesak napas

Menggunakan kipas angin

para ahli menyebut menggunakan kipas angin untuk memberikan udara segar sejenak dapat membantu meredakan sesak napas. Hal ini juga didukung beberapa penelitian. Penelitian lain pada 2018 menemukan menggunakan kipas angin dapat membantu penderita sesak napas akibat kanker stadium akhir. Caranya sangat mudah, yaitu dengan mengarahkan kipas angin kecil ke wajah.

Menghirup uap

Membersihkan saluran pernapasan, khususnya area hidung, dapat membantu melegakan orang yang sedang sesak napas. Selain itu, panas dan kelembaban yang dihasilkan uap air hangat dapat memecah lendir yang ada di paru-paru sehingga dapat mengurangi sesak napas. Caranya cukup mudah.

Pertama, isi mangkuk dengan air panas, di amkan air panas yang baru saja di rebus sampai agak dingin demi menghindari melepuhnya kulit jika langsung diuapkan ke wajah. Kedua, tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih. Ketiga, posisikan wajah diatas mangkuk dan tutupi kepala dengan handuk. Keempat, ambil napas dalam-dalam untuk menghirup uap.