Risiko Penggunaan Softlens Berlebihan Bagi Mata

Risiko penggunaan softlens berlebihan bagi mata, Penggunaan softlens bisa menjadi pilihan bagi Anda yang memiliki masalah penglihatan. Namun, ada pula resiko penggunaan soflenst berlebihan  yang perlu Anda waspadai sehingga penggunaannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Dengan mengetahui bahayanya, langkah pencegahan pun dapat Anda lakukan.

Softlens atau lensa kontak biasanya digunakan oleh penderita rabun dekat, rabun jauh, atau astigmatisme untuk meningkatkan ketajaman penglihatan. Tak hanya sebagai alat bantu melihat, softlens juga dinilai lebih praktis dan dapat menunjang aktivitas penggunanya.

Apa Itu Softlens?

Softlens adalah lensa kontak yang terbuat dari plastik dan kadar air. Manfaat kandungan air adalah menyuplai oksigen ke Kornea mata, sehingga tetap nyaman saat memakai lensa kontak. Softlens memiliki banyak ukuran dan cenderung lebih lembut teksturnya, lebih pas di mata, dan lebih nyaman dipakai.

Softlens tidak hanya lebih nyaman dan lebih murah untuk digunakan, tetapi lensa juga memiliki keunggulan tidak jatuh atau bergerak di mata. Karena tekstur softlens yang lebih tipis, lensa kontak jenis ini lebih mudah sobek, jadi harus berhati-hati saat memakainya.

Mengenakan lensa kontak untuk waktu yang lama dapat menyebabkan cedera mata atau iritasi karena kekurangan oksigen. Kesalahan dalam memakai lensa kontak dapat menyebabkan infeksi mata. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan lensa kontak, sebaiknya pilih lensa dengan kadar air antara 38% hingga 75%.

Perlu diingat bahwa memakai lensa kontak memerlukan perawatan ekstra dan lebih cenderung menyebabkan mata kering, mata merah, infeksi mata, dan kerusakan kornea. Saat Anda menggunakan lensa kontak, apakah lunak atau keras, pastikan untuk menyimpannya dengan aman dan lepaskan sebelum tidur.

Risiko Penggunaan Softlens Berlebihan Bagi Mata

Mengenakan softlens untuk waktu yang lama dan saat tidur dapat secara signifikan meningkatkan risiko komplikasi serius pada kesehatan mata. Mata kering hingga konjungtivitis adalah beberapa risiko yang mengintai di mata Anda. Jika Anda masih belum menyerah pada lensa kontak terlalu lama, berikut adalah 6 risiko penggunaan softlens yang perlu Anda waspadai:

1. Konjungtivitis atau Mata Merah

Konjungtivitis atau mata merah pada mata juga dapat terjadi jika Anda memakai softlens untuk waktu yang lama, bahkan jika Anda tidak melepasnya selama beberapa hari. Softlens akan menciptakan lingkungan lembab di mata yang menjadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme seperti virus dan bakteri.

Konjungtivitis juga dapat memicu keratitis (radang pada kornea mata). Keratitis ini dapat membuat pasien lebih sensitif terhadap cahaya. Bahkan, jika ulkus berkembang pada kornea dan menyebabkan kerusakan permanen, dapat menyebabkan kebutaan.

Selain itu, saat memakai softlens, kornea kekurangan oksigen. Pada saat yang sama, tubuh tidak dapat secara efektif melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Konjungtivitis papiler raksasa (GPC) adalah jenis konjungtivitis yang paling umum dialami oleh pemakai lensa kontak karena iritasi lensa kontak yang berulang.

2. Mata Mengalami Kekurangan Oksigen

Oksigen sangat penting bagi mata. Lensa kontak mencegah oksigen masuk ke mata karena terlalu lama berada di mata dan menutupi seluruh Kornea. Oleh karena itu, memakai lensa kontak atau contact lens selama beberapa hari hingga sebulan dapat mengurangi suplai oksigen ke mata.

3. Mata Kering

Mengenakan lensa kontak untuk waktu yang lama dapat menyebabkan mata kering. Sekitar setengah dari pemakai lensa kontak mengalami mata kering. Mata kering dapat menyebabkan rasa sakit, terbakar, atau perasaan berpasir. Beberapa orang juga mengalami penglihatan kabur. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidak nyamanan saat memakai lensa kontak.

Mata kering adalah fenomena yang terjadi ketika mata menjadi lemah dan gatal. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada kornea. Softlens menyerap sebagian besar air mata Anda agar tetap lembut, sehingga mata Anda bisa menjadi kering.

Penderita Mata Kering kerap merasakan ketidaknyamanan, karena itu National Eye Center juga menyediakan “Dry Eye Center”. Layanan Dry Eye Center ini membantu penderita Mata Kering mendapatkan terapi agar kondisi mata bisa kembali normal.

4. Alergi dan Infeksi Mata

Jika Anda memakai lensa kontak terlalu lama, Anda dapat mengembangkan infeksi mata jangka panjang atau alergi. Infeksi terjadi karena abrasi kornea. Jika Anda memiliki mata kering atau jika lensa kontak Anda tidak ditempatkan dengan benar di permukaan mata Anda, hal itu dapat menyebabkan abrasi kornea.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), satu dari lima infeksi mata terkait lensa kontak dapat menyebabkan kerusakan mata yang serius.

5. Ulkus Kornea

Risiko Penggunaan Softlens Berlebihan

Kondisi ini berkembang menjadi ulkus kornea ketika bakteri, jamur dan virus muncul di kornea dan tidak diobati. Dalam kasus ekstrim, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

6. Ptosis

Jika kelopak mata Anda mulai mengeluarkan cairan seperti air liur dan Anda tidak dapat membukanya, Anda mungkin mengalami ptosis. Terkadang cairan ini juga masuk ke jaringan dan menarik kelopak mata, terutama saat melepas lensa kontak.

Ptosis ini sendiri dapat ditangani melalui tindakan operatif yang lebih merujuk ke estetika mata. National Eye Center sendiri menyediakan layanan Eyesthetic Center yang bisa merekonstruksi tampilan mata.

7. Refleks Kornea Berkurang

Softlens yang kotor dapat menyebabkan goresan atau lecet pada kornea. Anda perlu berhati-hati karena kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidak nyamanan yang parah. Jika tidak segera ditangani, refleks kornea ini dapat menyebabkan penurunan kualitas penglihatan.

Refleks kornea adalah cara otak memberi tahu kelopak mata untuk menutup ketika bahaya terjadi. Misalnya benda terbang, hembusan angin, atau apapun yang bisa merusak mata. Jika Anda memakai softlens secara teratur, itu bisa melemahkan refleks ini. Ini berarti kelopak mata tidak menutup cukup cepat, yang bisa berbahaya dalam beberapa kasus.

Tips Cara Menggunakan Softlens yang Aman

Meski terdapat risiko tersebut, kamu bisa tetap menggunakannya. Namun, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat menggunakan softlens.

Agar bisa tetap tampil cantik dengan aman. Simak tips memakai softlens agar mata tidak merah dan hal-hal lain yang perlu kamu ketahui sebelum memakai lensa kontak.

1. Periksa Kondisi Mata

Sebelum memutuskan untuk beralih dari kacamata ke softlens, ada baiknya kamu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Hal ini karena tidak semua orang cocok menggunakan softlens, mungkin saja mata kamu alergi terhadap bahan yang terkandung pada softlens.

Untuk meminimalisir terjadinya alergi, infeksi dan kerusakan mata yang lebih jauh, sebaiknya periksa kondisi mata kamu terlebih dahulu.

2. Kualitas Softlens

Jangan asal tergiur dengan softlens berharga murah. Sebelum membeli softlens, ada baiknya kamu mencari tahu kualitasnya dan melihat review dari orang yang sebelumnya sudah pernah membeli dan memakai softlens yang ingin kamu beli.

3. Menjaga Kebersihan

Sebelum memakai softlens ataupun sebelum melepasnya, pastikan tangan kamu dalam keadaan bersih. Cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun anti kuman.

Selain itu, pastikan kamu tidak berkuku panjang karena kuku panjang bisa menjadi sarang kuman dan juga menggores softlens yang dapat menyebabkan softlens robek.

4. Waktu Pemakaian

Sebisa mungkin jangan gunakan softlens lebih dari 8 jam karena pemakaian softlens dalam waktu yang lama akan membuat mata terasa tidak nyaman dan juga membuat bakteri berkembang.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan batas kadaluarsa pemakaian softlens dan ganti dengan yang baru jika sudah melewati jangka waktu layak pakai. Umumnya batas waktu kadaluarsa softlens yakni 6-12 bulan.

Selain itu, jika kamu mulai merasa tidak nyaman dengan softlens yang kamu gunakan, segeralah lepaskan softlens tersebut.

5. Lepaskan Softlens Sebelum Tidur dan Berenang

oftlens yang digunakan seharian bisa menjadi sarang bagi kuman dan virus yang bisa merusak bola mata. Oleh karena itu, jangan pernah lupa untuk melepas softlens sebelum kamu tidur, mandi dan juga berenang.

Air pada kolam renang mengandung zat-zat kimia dan parasit yang dapat menyebabkan iritasi, infeksi hingga kebutaan. Selain itu, kamu cukup menggunakan softlens saat berada di luar rumah. Ketika berada di rumah, sebaiknya kamu melepas softlens dan beralih ke kacamata.

6. Gunakan Alat Bantuan

Menempelkan softlens pada mata menjadi hal yang sangat mudah bagi beberapa orang. Namun bagi sebagian lainnya ini adalah hal yang sangat sulit apalagi jika kamu baru pertama kali memakainya. Nah, kamu bisa menggunakan alat bantu untuk menempelkan softlens. Pastikan alat tersebut dibersihkan dengan baik sebelum dipakai.

7. Jaga Agar Mata Tetap Lembab

Setelah lama menempel di mata, pada umumnya softlens akan mengering dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada mata. Oleh karena itu, kamu perlu meneteskan cairan khusus untuk melembabkan mata saat menggunakan softlens. Aplikasikanlah cairan ini pada mata sebanyak dua jam sekali.

8. Cuci Softlens

Setelah digunakan, jangan lupa juga bersihkan dan rendam softlens menggunakan cairan softlens yang bersih. Cara mencuci softlens sangat mudah yaitu dengan menggosok lembut softlens dengan tangan yang bersih lalu bilas dengan cairan pembersih softlens.

Cara ini juga bisa digunakan sebagai cara membersihkan softlens yang perih. Lepaskan softlens terlebih dahulu saat terasa perih lalu cuci dengan cara di atas.

Selain resiko penggunaan softlens berlebihan dan beberapa tips di atas, ingat juga untuk selalu menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh softlens. Meski terlihat bersih, bukan berarti tangan Anda terbebas dari kuman. Meski ragam warna softlens bisa membuat Anda tergoda, Anda tetap harus waspada dengan berbagai bahaya yang bisa ditimbulkan softlens jika tidak digunakan dengan berhati-hati.