Penyebab Tumit Kaki Pecah-Pecah dan Cara Mengatasinya

Penyebab Tumit Kaki Pecah-Pecah, Kamu mungkin pernah melihat telapak kaki seseorang, terutama di bagian tumitnya, yang tampak kasar dan seperti pecah-pecah. Atau hal itu juga terjadi pada kakimu? Kulit kaki yang terlihat pecah bukan hanya kurang sedap dipandang.  Melainkan juga bisa memunculkan ketidaknyamanan, bahkan rasa nyeri, terutama saat berjalan tanpa alas kaki. Nah, apa sebetulnya penyebab kaki pecah-pecah dan bagaimana cara pencegahan ataupun pengobatannya? Kaki pecah-pecah adalah masalah yang biasanya terjadi pada bagian tumit yang awalnya ditandai dengan kulit bersisik dan kering.

Kaki pecah-pecah adalah masalah yang biasanya terjadi pada bagian tumit yang awalnya ditandai dengan kulit bersisik dan kering. Kadang kala, pada bagian ini terasa gatal, nyeri, kemerahan, bahkan bengkak, berdarah, dan bernanah. Itu menandakan adanya infeksi sehingga harus segera diobati oleh dokter. Masalah kulit ini bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak, tetapi paling banyak menyerang wanita. Bila kamu mengalaminya, tak perlu panik karena kaki pecah-pecah bisa diatasi dengan berbagai langkah.

Penyebab Kaki Pecah-Pecah

Tumit Kaki Pecah-Pecah

1. Kulit kering

Penyebab kaki pecah-pecah yang paling sering dialami adalah kondisi kulit kering. Hal itu dikarenakan jumlah kelenjar keringat pada kaki yang terlalu sedikit, sehingga kulit kehilangan elastisitasnya dan lebih rentan pecah.

2. Terlalu lama terkena air

Tak hanya dalam kondisi kering, kaki yang sering terkena air atau berada di dalam kondisi lembap yang terlalu lama juga bisa menyebabkan tumit kaki menjadi pecah-pecah.

Ketika dalam kondisi yang rentan terkena air misalnya mencuci pakaian, sebisa mungkin kenakan alas kaki yang anti-air.

3. Kaki berkeringat dan lembap

Kerap menggunakan sepatu rapat dan tertutup membuat keringat di sekitar area kaki tidak menguap. Hal ini jika dibiarkan waktu lama akan membuat kondisi kulit di telapak kaki menjadi lembap.

Kondisi lembap dapat memicu perkembangan kalus atau kapalan pada kaki. Ketika kapalan, kulit akan menebal dan bisa mengakibatkan kulit pecah-pecah. Untuk itu, pilih alas kaki dengan material yang breathable, sehingga tetap nyaman dan tidak menahan keringat ketika digunakan dalam waktu lama.

4. Sering mandi air panas

Air panas dapat mengikis kelembapan kulit, termasuk pada tumit. Hindari sering-sering mandi menggunakan air panas, termasuk untuk merendam kaki.

5. Berdiri terlalu lama

Sering berdiri untuk waktu yang lama baik itu di permukaan lantai yang keras maupun alas kaki yang keras dapat menjadi penyebab kaki pecah-pecah.

Jika tidak memungkinkan, hindari kebiasaan berdiri terlalu lama. Anda juga dapat menyiasatinya dengan menggunakan alas kaki yang empuk khususnya pada bagian bantalan kaki dan tumit. Sebaliknya, hindari sepatu atau sandal bersol tipis karena dapat membuat memperburuk kondisinya.

6. Diabetes dan obesitas

Mengutip Everyday Health, masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko tumit kaki pecah-pecah adalah diabetes dan obesitas. Gula darah yang tak terkontrol dapat membuat kulit kering. Orang dengan diabetes sebaiknya rutin mengecek kondisi kulit dan kakinya untuk meminimalisasi terjadinya luka, pecah-pecah, dan infeksi.

Sementara pada penderita obesitas, membuat kaki harus menopang beban tubuh berlebih. Tekanan pada bantalan lemak di kaki akan semakin besar sehingga mengakibatkan kulit tumit pecah.

7. Kurang asupan vitamin dan mineral

Ketika kulit pada bagian kaki mulai mengering, periksa ulang asupan vitamin dan mineral harian Anda sudah terpenuhi atau belum. Ketika tubuh kekurangan nutrisi penting seperti zinc, vitamin A, E, B3, dan asam lemak omega-3 dapat menyebabkan tumit pecah.

8. Menggunakan alas kaki yang tidak tepat

Sepatu yang tidak pas seperti terlalu longgar atau terlalu ketat, dan bantalan kaki yang keras bisa menimbulkan gesekan konstan. Hal ini bisa menyebabkan kulit pada bagian tumit menebal lalu mengeras kemudian menjadi pecah-pecah.

Cara Mengatasi Kaki Pecah-Pecah

Untuk mengatasi masalah kaki yang pecah-pecah tentu harus diawali dengan menjaga kelembapan kulit sehingga tidak kering dan mengeras. Berikut 5 hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kaki pecah-pecah.

1. Oleskan pelembap

Telapak kaki seringkali terlewatkan saat mengoleskan pelembap. Pilih krim pelembap yang mengandung emolien atau humektan untuk mengatasi kulit kering dan pecah-pecah.

Emolien bisa memulihkan kelembapan pada kaki, mengisi celah di antara pecahan kulit, serta menjadikannya halus dan lembut. Sementara humektan dapat menembus lapisan kulit luar dan mengunci kelembapan kulit.

2. Oleskan minyak zaitun

Selain menggunakan krim pelembap, minyak alami dapat memberikan kelembapan yang sangat di butuhkan oleh kulit kaki. Minyak mampu menyerap lebih cepat ke dalam kulit. Jenis minyak alami yang di gunakan antara lain minyak zaitun, minyak argan, minyak jojoba, atau minyak alpukat. Vitamin E pada minyak alami tersebut membantu melembapkan kulit kering dan mengatasi kaki pecah-pecah.

3. Gunakan sabun yang tepat

Pilihlah sabun dengan kandungan yang ringan dan membuat kulit lembut. Hindari menggunakan sabun dengan kandungan keras yang mengandung parfum, alkohol, atau acid yang justru menghilangkan minyak alami pada kulit dan membuat kaki semakin kering.

4. Lakukan scrub

Perawatan kaki bisa di mulai dengan melakukan scrub rutin untuk mengangkat sel kulit mati dan kulit yang kasar dan kering. Anda bisa merendam kaki terlebih dulu dengan air hangat selama 15 menit agar bagian kulit yang kering dan pecah-pecah melunak.

Setelah itu, gosokkan kaki yang pecah dengan scrub atau batu apung dengan lembut. Merendam kaki sekaligus menggosoknya dapat membantu menipiskan kapalan dan mencegah retak lebih dalam.

5. Minum banyak air

Bila tubuh tidak cukup terhidrasi, tak hanya tenggorokan yang terasa kering, namun juga kulit. Untuk itu, minum air putih setidaknya 8 gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan menjaga kelembapan kulit.

Kondisi yang Mungkin Menyebabkan Nyeri Tumit

Nyeri tumit adalah salah satu penyakit pada kaki yang umum terjadi. Rasa sakit ini bisa muncul pada bagian belakang, bawah, atau dalam tulang tumit itu sendiri. Terkadang, nyeri tumit akan sembuh dengan sendirinya. Namun dalam beberapa kasus, nyeri tumit bisa bertahan lama dan semakin parah, hingga membutuhkan pengobatan. Nah pada kondisi ini, ada baiknya Anda mengetahui penyebab dari nyeri tumit tersebut untuk mengetahui jenis pengobatan yang tepat.

Berbagai penyebab nyeri tumit yang perlu Anda ketahui

Tumit adalah bagian tubuh manusia yang terletak pada bagian bawah belakang setiap kaki. Bagian tubuh ini terbentuk oleh tulang calcaneus atau yang di sebut juga dengan tulang tumit. Adapun calcaneus merupakan struktur tulang terbesar yang ada pada kaki Anda.

Bentuknya yang besar membuat tulang calcaneus bisa menahan beban yang berat. Meski demikian, terlalu banyak memberi beban atau tekanan pada tumit juga bisa menimbulkan gangguan muskuloskeletal, yang umumnya di tandai dengan rasa nyeri.

Nyeri akibat tekanan berlebih ini biasanya tidak di sebabkan oleh cedera tunggal, seperti keseleo atau jatuh. Namun, ini merupakan hasil dari tekanan atau benturan berulang pada tumit. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa kondisi yang sering menjadi penyebab nyeri tumit:

1. Plantar fasciitis

Plantar fasciitis merupakan penyebab sakit pada tumit yang paling sering terjadi. Kondisi ini terjadi ketika plantar fascia, yaitu jaringan ikat yang membentang pada sepanjang bagian bawah kaki, robek atau meregang. Akibatnya, jaringan tersebut jadi meradang hingga menimbulkan rasa nyeri.

Biasanya, kondisi ini terjadi pada seseorang yang sering berlari atau melompat, seperti atlet. Selain itu, orang yang memiliki kelebihan berat badan pun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi tersebut. Adapun pada penderita plantar fasciitis, rasa nyeri biasanya terjadi saat Anda bangun dari duduk dan bergerak.

2. Bursitis

Bursitis adalah peradangan pada bursa (kantung kecil berisi cairan) yang melindungi tulang, tendon, dan otot di sekitar persendian Anda. Selain di bahu, siku, pinggul, dan lutut, bursitis juga bisa terjadi di bagian belakang tumit yang dapat menjadi penyebab nyeri pada bagian tubuh tersebut.

Bursitis pada tumit biasanya terjadi jika mendapat tekanan langsung, seperti menggunakan sepatu sempit atau dengan hak tinggi, atau gerakan berulang pada kaki, seperti berlari atau melompat. Adapun rasa nyeri pada bagian tumit bisa di sertai dengan kaki bengkak atau kemerahan.

3. Deformitas Haglund (pump bump)

Deformitas Haglund adalah benjolan atau pembesaran tulang yang berada pada bagian belakang tumit. Benjolan ini biasanya muncul karena peradangan dan iritasi kronis di bagian tulang tersebut.

Adapun hal ini biasanya di sebabkan oleh penggunaan sepatu yang terlalu ketat atau dengan hak tinggi. Selain itu, seseorang dengan lengkungan kaki yang tinggi atau memiliki tendon Achilles yang kencang juga bisa meningkatkan risiko terjadinya deformitas Haglund.

4. Achilles tendinitis

Achilles tendinitis juga sering menjadi penyebab nyeri tumit, terutama pada atlet atau orang yang gemar berolahraga berat. Ini merupakan kondisi ketika terjadi cedera pada tendon Achilles yang berlebihan. Adapun tendon Achilles merupakan jaringan fibrosa yang menghubungkan otot betis ke tulang tumit.

Selain nyeri, cedera pada tendon Achilles juga kerap menimbulkan pembengkakan dan kekakuan di bagian belakang tumit. Tak hanya itu, sakit di pergelangan kaki dan betis juga seringkali muncul.

5. Tarsal tunnel syndrome

Tarsal tunnel syndrome terjadi ketika saraf di dalam pergelangan kaki (tibialis posterior) terjepit atau tertekan. Biasanya, gangguan ini terjadi karena ada sesuatu yang menekan saraf tersebut, seperti taji tulang, tendon bengkak, varises, dan kondisi medis lainnya.

Akibat tekanan tersebut, Anda bisa merasakan nyeri, kesemutan, hingga mati rasa pada area pergelangan kaki dan sekitarnya, termasuk tumit.

6. Calcaneal apophysitis

Calcaneal apophysitis adalah penyebab paling umum dari nyeri tumit pada anak dan remaja, yaitu yang berusia 8-14 tahun. Ini adalah kondisi ketika terjadi peradangan pada lempeng pertumbuhan tumit. Adapun peradangan tersebut umumnya timbul akibat tekanan yang berulang. Misalnya, ketika seorang anak banyak berlari atau melompat berulang kali.

7. Fraktur stres

Fraktur stres adalah jenis fraktur atau patah tulang akibat tekanan berulang. Sebagai contoh, melompat berulang kali atau berlari jarak jauh. Kondisi tersebut bisa menyebabkan tulang retak pada bagian kaki, termasuk area yang berdekatan dengan tumit.

Adapun keretakan tulang pada area tersebut bisa menimbulkan nyeri pada tumit Anda. Meski demikian, fraktur stres juga bisa terjadi karena tekanan kecil pada tulang yang lemah, seperti akibat osteoporosis.

8. Taji tumit

Plantar fasciitis yang kronis dapat menyebabkan terbentuknya pertumbuhan tulang pada tulang tumit yaitu taji tumit. Cleveland Clinic menyebut, tidak semua orang dengan taji tumit akan merasakan sakit. Meski demikian, pada beberapa kasus, taji tulang ini bisa menjadi penyebab nyeri tumit.

9. Neuropati perifer

Neuropati perifer adalah gangguan yang terjadi ketika saraf dari sistem saraf perifer (bagian dari sistem saraf luar otak dan sumsum tulang belakang) mengalami kerusakan.

Kondisi ini biasanya menyebabkan rasa sakit, mati rasa, hingga terasa lemah pada bagian tangan dan kaki. Hal ini bisa menjadi hasil dari cedera traumatis, infeksi, gangguan metabolisme dan paparan racun. Salah satu penyebab neuropati yang paling umum adalah di abetes.