Waspada Bahaya di Balik Produk Pemutih Gigi

Ingin memutihkan gigi dengan produk pemutih? Hati-hati, salah pilih produk bisa menimbulkan efek samping. Yuk, simak informasinya berikut ini!
Waspada, Ada Bahaya di Balik Produk Pemutih Gigi

Tindakan memutihkan gigi adalah salah satu perawatan yang selalu tinggi permintaannya. Tidak heran bila peredaran produk pemutih gigi semakin marak di pasaran. Namun, tidak semua produk pemutih gigi benar-benar memberikan hasil sesuai keinginan. Bahkan, bukan tidak mungkin bila beberapa produk tersebut malah mengundang efek samping merugikan.

Produk pemutih gigi dibagi menjadi dua. Jenis pertama adalah yang biasa Anda gunakan sehari-hari, seperti pasta gigi dan mouthwash. Pemutih gigi ini umumnya memiliki bahan pemutih dengan kadar sangat rendah. Jadi, produk ini tergolong aman digunakan setiap hari dengan cara yang tepat. Jenis pemutih gigi yang kedua adalah yang biasa digunakan dokter gigi. Produk ini memiliki kandungan pemutih yang tinggi, sehingga bisa memberikan hasil yang benar-benar maksimal.

Di balik itu, kadar pemutih yang tinggi ternyata juga bisa memicu munculnya risiko kesehatan.

Lalu, apa saja efek samping pemutih gigi yang harus diwaspadai?

 Fakta Memutihkan Gigi yang Perlu Anda Tahu
Efek Samping Pemutih Gigi

Produk pemutih gigi yang dijual bebas memiliki kandungan bahan pemutih dengan kadar sangat rendah, sehingga tidak menyebabkan efek samping. Sedangkan, bahan pemutih gigi yang memiliki kandungan carbamide peroxide dan hidrogen peroksida (10-38 persen) bisa memberikan efek samping,

antara lain:

1. Gigi Ngilu

Pada gigi yang normal, efek samping ini bisa muncul saat menit-menit terakhir tindakan memutihkan gigi. Sensasi ngilunya bisa bertahan beberapa detik. Rasa ngilu yang singkat dan tajam ini sangat mengganggu, bahkan sampai bisa membuat pasien ingin segera menghentikan tindakannya. Sedangkan, pada pasien dengan kondisi gigi sensitif, efek samping ngilu bisa muncul beberapa menit di awal tindakan bila sebelumnya tidak dilakukan perawatan.

2. Iritasi atau Luka pada Gusi

Bahaya pemutih gigi selanjutnya adalah berisiko menyebabkan iritasi dan luka pada gusi.

Kondisi ini khususnya terjadi bila pemutih yang seharusnya hanya diaplikasikan pada gigi terbawa air ludah hingga mengenai gusi. Selain itu, keluhan tersebut juga bisa disebabkan karena bleaching tray terlalu sempit, penggunaan bahan pemutih terlalu banyak, atau pengguna tidak mengaplikasikan produk pemutih gigi dengan tepat.

3. Iritasi pada Langit-langit atau Lidah

Saat proses pemutihan gigi, bisa saja area lidah secara tidak sengaja menyentuh permukaan gigi yang sedang di-bleaching kemudian mengenai langit-langit. Akhirnya, terjadi iritasi pada bagian tersebut.
4. Iritasi pada Bibir

Jika pengaplikasian bahan pemutih gigi kurang hati-hati, maka bisa mengenai bibir terutama bibir bawah bagian dalam. Efek samping bahan pemutih ini bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, rasa perih, sampai terluka.

Selain itu, sinar LED yang ditembakkan untuk mempercepat proses bleaching gigi juga bisa memberikan efek rasa panas pada bibir.

5. Tambalan Gigi Menjadi Lebih Kasar

Memutihkan gigi ternyata mempunyai efek samping pada tambalan gigi, terutama pada gigi depan. Prosedur ini dapat menyebabkan permukaan tambalan gigi menjadi lebih kasar. Akibatnya, bagian tersebut mudah dihinggapi kuman penyebab gigi berlubang. Bagi Anda yang mempunyai tambalan gigi, perlu mengobservasi tambalan gigi tersebut. Bila perlu, lakukan penggantian tambalan gigi setelah melakukan pemutihan gigi.

6. Luka pada Tenggorokan dan Saluran Pencernaan

Efek samping lain yang pernah dilaporkan akibat penggunaan produk pemutih gigi yang tinggi carbamide peroxide dan hidrogen peroksida adalah perlukaan pada tenggorokan dan saluran pencernaan. Walaupun banyak dilaporkan efek samping tersebut, menurut jurnal Saudi Dental pemutihan gigi dengan kadar pemutih yang rendah tetap aman digunakan.

Lantas, Harus Bagaimana?

Anda tidak perlu panik. Efek samping akibat produk pemutih gigi hanya akan terjadi bila menggunakan produk dengan kandungan carbamide peroxide dan hidrogen peroksida yang kadarnya tinggi dan dilakukan tanpa pengawasan dokter gigi. Untuk meminimalkan risiko efek samping khususnya bagi pasien dengan gigi sensitif, dokter gigi akan mengoleskan pasta khusus dengan kandungan 3-5 persen potassium nitrate dan fluoride.

Langkah ini dilakukan 2-3 minggu sebelum tindakan. Agar gusi terhindar dari luka akibat terkena bahan pemutih, dokter gigi juga akan melapisi seluruh bagian gusi dengan gingival barrier. Untuk melindungi bibir agar tidak terjadi iritasi, pasien akan dioleskan petroleum jelly. Bagi Anda yang ingin memutihkan gigi dengan cara cepat dan aman, lakukanlah perawatan oleh dokter gigi yang berpengalaman demi menghindari berbagai risiko.

Lalu, bagaimana dengan produk pemutih gigi sehari-hari seperti pasta gigi dan mouthwash?

Produk ini relatif aman. Kendati begitu, Anda harus tetap mengingat aturan pakai dan indikasi dari produk tersebut agar hasil memuaskan serta efek samping tidak terjadi.